Perkuat Wawasan Kebangsaan, Senkom DKI Jakarta Hadiri Pembinaan Kesadaran Bela Negara Angkatan ll Tahun 2026

Jakarta – Senkom Mitra Polri Provinsi DKI Jakarta menghadiri kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara Angkatan II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, di Luminor Hotel Jakarta Kota, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta, termasuk perwakilan Senkom Mitra Polri DKI Jakarta. Hadir mewakili Ketua Senkom Mitra Polri DKI Jakarta, Sekretaris Provinsi Senkom DKI Jakarta Wempy Aulia, didampingi Bendahara Dody Y. Ridwan serta sejumlah anggota Senkom DKI Jakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya bela negara serta memperkuat wawasan kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang berkembang, khususnya di era digital.

Dalam sambutannya, Herlina Suswita menyampaikan bahwa bela negara tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan di medan perang. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bela negara memiliki ruang yang jauh lebih luas dan dapat diwujudkan melalui sikap, kepedulian, tanggung jawab, serta kontribusi nyata masyarakat.

Menurutnya, upaya membangun kesadaran bela negara tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Peran masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas), termasuk ormas yang bergerak di bidang keagamaan,kepemudaan dan Kamtibmas memiliki posisi penting sebagai penggerak nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

“Kesadaran bela negara merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita kuatkan peran masyarakat dan organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama memajukan daerah serta menghadapi berbagai ancaman dan tantangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ir. Edison Siagian, M.E., Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan, menyampaikan materi mengenai pemahaman konsep dan implementasi kebijakan bela negara, termasuk berbagai permasalahan serta solusi yang dapat dilakukan.

Edison menjelaskan bahwa makna bela negara saat ini telah berkembang seiring perubahan zaman. Bela negara tidak hanya berkaitan dengan persoalan militer, tetapi juga mencakup kemampuan masyarakat menghadapi tantangan di ruang digital, teknologi, informasi, ekonomi, hingga perdagangan.

Ia juga mendorong organisasi kemasyarakatan untuk mengambil peran dalam memberikan edukasi wawasan kebangsaan kepada masyarakat, termasuk generasi muda,lingkungan sekolah dan lingkunga sekitarnya.

“Kalau kita tidak bergerak cepat, kita bisa tertinggal. Karena itu, wawasan kebangsaan perlu terus ditanamkan dan disampaikan kepada generasi muda,” jelasnya.

Pemateri lainnya, Drs. Bahroin Suryantara, MA., Direktur Utama Jannati Tour dan Travel sekaligus Motivator, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, sinergi tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, mulai dari sinergi digital, ekonomi hingga ketahanan lingkungan.

Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan dalam membangun sinergi, antara lain masih adanya ego sektoral, keterbatasan anggaran, serta perbedaan pemahaman mengenai konsep bela negara.

Sekretaris Senkom Provinsi DKI Jakarta Wempy Aulia menyambut baik pelaksanaan Pembinaan Kesadaran Bela Negara Angkatan II Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang penting bagi organisasi kemasyarakatan untuk semakin memahami bentuk-bentuk bela negara yang relevan dengan kondisi saat ini.

“Senkom Mitra Polri DKI Jakarta menyambut baik kegiatan ini. Bela negara bukan hanya tentang perjuangan di medan perang, tetapi juga bagaimana kita hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengabdian, menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan,” ujar Wempy.

Ia menambahkan, sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjadi mitra Polri, Senkom DKI Jakarta berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder dalam mendukung terciptanya masyarakat yang aman, tertib dan memiliki kesadaran kebangsaan.

Menurut Wempy, tantangan bela negara di era digital juga membutuhkan perhatian bersama. Penyebaran informasi yang cepat, potensi hoaks, serta berbagai dinamika sosial di ruang digital menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan literasi, kedewasaan dan tanggung jawab.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap semakin banyak anggota organisasi kemasyarakatan yang memiliki pemahaman yang sama bahwa bela negara dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti menjaga kerukunan, menaati aturan, membantu masyarakat, menangkal informasi yang tidak benar, serta aktif memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” katanya.

Wempy berharap sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga nilai-nilai Pancasila, persatuan dan semangat kebangsaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Jakarta.

“Senkom DKI Jakarta siap mendukung program-program pemerintah dalam membangun kesadaran bela negara dan terus mengambil bagian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.

Kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara Angkatan II Tahun 2026 tersebut berlangsung dalam suasana interaktif dan menjadi ruang bagi para peserta untuk memperkuat pemahaman, memperluas wawasan, sekaligus membangun sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. (DWI).